Ini Penyakit Yang Menghampiri Bila Sering Begadang

Ilustrasi. Sumber foto:/3avjlSd

Elshinta.com- Dengan berbagai alasan, membuat seseorang harus begadang dan akan merasa mengantuk saat menjelang pagi hari. Sehingga tidur di waktu yang tidak seharusnya. Bila terlalu sering maka hal ini bisa memicu berbagai penyakit mematikan akibat terganggunya organ tubuh saat tidur pagi. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa penyakit sering begadang yang mengakibatkan kurang tidur:

Obesitas
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih tinggi, dan orang yang tidur eight jam per malam memiliki IMT paling rendah. Semakin gemuk, semakin tinggi pula IMT yang dimilikinya. Kurang tidur berhubungan dengan meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon yang membantu mengontrol nafsu makan, metabolisme energi, dan pengolahan glukosa. Tidur yang kurang membuat kerja hormon tersebut dan hormon lainnya terganggu.

Diabetes melitus tipe 2
Kurang tidur terkait dengan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit ini karena mempengaruhi kerja glukosa dalam tubuh. Penelitian yang melakukan pengurangan waktu tidur pada orang sehat dari 8 jam menjadi hanya four jam per malam menunjukkan bahwa tubuh mengolah glukosa lebih lama daripada mereka tidur selama 12 jam. Selama tidur, tubuh tetap mengolah glukosa untuk menjaga kadar gula darah.

Ilustrasi. Sumber foto: /3awOFjx

Hipertensi
Kurang tidur dapat berkontribusi pada kenaikan tekanan darah. Penelitian menunjukkan, satu malam saja orang yang mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi) kurang tidur, dapat menyebabkan tekanan darah mereka naik pada hari-hari berikutnya. Dampak ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke. Orang yang sudah mempunyai hipertensi sebaiknya tidur malam dalam waktu cukup agar tidak memperparah penyakitnya.

Jantung
Hasil penelitian menunjukkan, ketika seseorang tertidur terlalu lama hingga pagi hari, risiko terkena penyakit jantung 38 persen lebih tinggi. Kondisi ini diperparah jika seseorang makan malam sebelum tidur, karena lambung membutuhkan waktu empat jam untuk mencerna makanan. Penelitian lain menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit (kurang dari 5 jam) dan tidur terlalu banyak (lebih dari 9 jam) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada wanita. Begadang dan tidur lima jam atau kurang berpengaruh pada peningkatan risiko hipertensi dan jantung koroner.

Ilustrasi. Sumber foto: /32UQUKY

Kanker darah
Kadar darah putih akan meningkat dua kali lipat saat tidur pagi. Hal ini bisa menyebabkan tubuh rawan terkena penyakit kanker darah. Selain itu, tingginya kadar sel darah putih dalam tubuh juga meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara, terutama pada wanita pasca-menopause.

Sakit kepala
Ketika tidur pagi, waktu yang digunakan untuk tidur lebih banyak dan akan memengaruhi kondisi kepala yang mudah pusing. Hal ini disebabkan oleh cairan serebrospina yang mengalir ke otak, sehingga ketika tidur lebih lama, cairan tersebut akan terus mengalir dan menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini akan semakin parah jika mengkonsumsi obat tidur.

Kemampuan memori otak menurun
Begadang jika dilakukan terus menerus akan berakibat kurangnya suplai darah ke otak. Akibatnya terjadi penurunan kemampuan memori karena pasokan darah berkurang dalam otak. Akibatnya seringkali lupa sesuatu hal yang baru saja terjadi. Dari yang awalnya pelupa, lama-kelamaan jika terlalu sering tidur larut menimbulkan rasa pusing dan bahkan berpengaruh terhadap kesehatan mental dan bisa mengalami kepikunan lebih dini.

Ilustrasi. Sumber foto: /2IrlnHk

Masalah pada kulit
Kurang tidur dapat menyebabkan kulit kurang kencang, menimbulkan garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata pada banyak orang. Kulit akan berubah bila sering terjaga pada waktu malam sampai larut pagi. Apalagi ditambah dengan terus menerus menatap layar gawai atau komputer, radiasinya akan membuat kulit kusam, timbul jerawat, bahkan cepat keriput.

Kurang tidur membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebih dan menyebabkan tubuh memecah kolagen pada kulit sehingga kandungan kolagen pada kulit berkurang. Hal ini tidak baik bagi kesehatan kulit. Kolagen adalah protein yang membuat kulit halus dan elastis.

Kesehatan mental
Kurang tidur malam dapat menyebabkan mudah tersinggung dan murung pada keesokan harinya. Masalah tidur jangka panjang, seperti insomnia dihubungkan dengan depresi, kecemasan, dan tekanan mental. Penelitian yang dilakukan pada 10.000 orang menunjukkan bahwa orang dengan insomnia lima kali lebih mungkin untuk menjadi depresi daripada mereka yang tidak. Penelitian lain melaporkan bahwa orang yang tidur 4,5 jam per malam menunjukkan perasaan yang lebih stres, sedih, marah, dan kelelahan psychological.

Ilustrasi. Sumber foto: /39Ey5OZ

Risiko kematian
Sering tidur pagi bisa memicu banyak penyakit mematikan dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit komplikasi dan semakin meningkatkan risiko kematian bagi seseorang. Meskipun belum dilakukan penelitian secara resmi, namun beberapa penyakit yang disebabkan akibat tidur pagi seperti jantung dan kanker yang sulit disembuhkan, akan semakin mendekatkan dengan kematian.