Inilah Waktu Terbaik Tidur Siang Agar Tidak Membayakan Kesehatan

Tidur siang dikenal memiliki efek yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, kebiasaan tersebut harus disesuaikan agar bisa memperoleh jam tidur siang terbaik.

Durasi atau lama tidur siang juga berpengaruh pada kondisimooddan risiko kesehatan.

Terbiasa tidur siang dengan tepat bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menajamkan pikiran.

Selain itu, kebiasaan tidur siang yang baik bisa mencegah penyakit jantung dan stroke.

Tidur siang sendiri bisa terdiri dari 3 jenis: tidur siang yang sudah diatur, tiba-tiba (biasanya karena lelah), dan kebiasaan.

Lalu kapan jam tidur siang terbaik?

Mengutip berbagai sumber, pertanyaan ini bisa dijawab dengan melihat jam bangun tidur dan makan siang tiap orang.

Misalnya, jika kita bangun jam 7 pagi, maka kita bisa tidur siang jam 2 siang.

Namun juga jangan terlalu sore karena bisa mengganggu jam tidur di malam hari.

Selain itu, pertimbangkan waktu makan siang kita.

Pasalnya, jika waktu tidur siang terlalu dekat dengan makan siang, energi gula yang ada di tubuh belum turun dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Tidur siang selama 30 menit dapat membuat suasana hati lebih baik dan meningkatkan daya ingat.

Jangan biasakan tidur terlalu singkat misalnya selama 10 menit.

Kebiasaan ini bisa meningkatkan gejala kelalahan, mudah marah, tidak bersemangat, dan membuat kantuk datang lagi.

Sebaliknya, jika tidur siang lebih dari 30 menit, bisa menyebabkan rasa pusing dan kelelahan.

Apabila kita terbiasa tidur malam kurang dari tujuh jam atau punya utang tidur, National Sleep Foundation menyarankan kebiasaan tidur siang dua kali sehari.

Kita bisa memilih waktu pagi dan menjelang sore hari. Masing-masing durasinya 30 menit.

Meningkatkan memori

Para peneliti dari Duke-NUS Medical School di Singapura melakukan pengujian pada seventy two pelajar dengan memberikan presentasi mengenai 12 spesies kepiting dan semut yang berbeda, dan para peserta diminta untuk mempelajari secara element tentang kedua hewan tersebut, termasuk diet dan habitatnya.

Setelah eighty menit, para peserta atau siswa tersebut diberikan kesempatan atau waktu satu jam untuk istirahat dengan menonton film, tidur siang, ataupun merevisi apa yang baru saja mereka pelajari.

Kemudian setelah satu jam itu berakhir, mereka belajar lagi 80 menit. Kemudian mereka harus mengikuti ujian dengan 360 pertanyaan tentang semut dan kepiting tersebut.

Hasilnya, kelompok peserta yang melakukan tidur siang saat jeda waktu tersebut, mendapatkan skor terbaik dalam penelitian ini.

Dikatakan para peneliti bahwa tidur siang itu memungkinkan otak kita untuk memahami semua hal yang kita pelajari hari itu, sehingga meningkatkan daya ingat. Artikel ini sudah tayang di E-Paper edisi hari Kamis (25/6/2020) -Ist/abh.