Karakteristik Mata Uang Kripto

 

Beberapa waktu belakangan ini, uang kripto mendapatkan perhatian tinggi dari masyarakat Indonesia. Kondisi ini tenyata juga terjadi di beberapa negara dunia lainnya. Kripto merupakan alat transaksi digital yang memberikan jaminan kriptografi. Dengan adanya jaminan kriptografi, saluran komunikasi dan informasi pemilik kripto akan dijaga dengan baik melalui penggunaan kode. Dengan adanya kode tersebut, penggunaan uang digital ini tidak dapat dimanupulasi atau dipalsukan. Di pasaran sendiri, uang kripto memiliki jenis yang beragam. Theta dan Bitcoin merupakan jenis uang kripto yang banyak digunakan oleh masyarakat dalam dan luar negeri. Kedua mata uang kripto ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Bitcoin misalnya, uang kripto tersebut memiliki nilai tukar yang paling besar diantara uang kripto lainnya. Valuasi uang ini mencapai 9 triliun lebih atau 671,78 milyar USD. Bitcoin pernah memiliki nilai tukar yang sangat tinggi, yakni sebesar 64 ribu USD untuk per kepingnya.

Theta menjadi uang kripto yang memanfaatkan protokol open source sehingga mitra dan developer dapat membangun Dapps melalui jaringan. Mitch Liu merupakan sosok penting lahirnya mata uang digital ini. Untuk pertama kalinya, uang digital buatan Mitch Liu diperkenalkan pada tahun 2017. Untuk melakukan trading, masyarakat Indonesia dapat melakukannya melalui Tokocrypto. Perusahaan yang berbasis di tanah air ini telah beroperasi sejak tahun 2018. Menjadi perusahaan yang terdaftar di BAPPEBTI, masyarakat tidak akan mengalami kerugian selama melakukan trading. Tokocrypto melayani trading untuk semua jenis uang kripto.

Ethereum menjadi uang digital lainnya yang mendapatkan apresiasi tinggi oleh masyarakat Indonesia. Jika membicarakan mengenai seluk beluk mata uang ini, Ethereum merupakan perangkat lunak berbasis blockchain dan dapat diakses dengan bebas. Aplikasi blockchain mata uang Ethereum dikenal dengan sebtan Ether. Alasan munculnya mata uang ini adalah untuk memperluas pemanfaatkan blockchain selain mata uang bitcoin. Ethereum memiliki jumlah yang tak terbatas. Untuk satu keping Ethereum, mata uang kripto ini bernilai 2.200 USD. Di bawah ini merupakan mata uang kripto lainnya beserta dengan karakteristiknya:

1. Tether

Mata uang elektronik ini memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar. Harga tukar uang kripto ini dipatok dengan menggunakan dollar Amerika. Karena itulah Tether juga dikenal dengan stable coin. Akibat dipatok dengan menggunakan dollar AS, nilai tukar mata uang ini lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014, harga 1 keping Tether adalah 1 USD. Tahun 2018, uang elektronik ini bernilai 1,32 USD untuk setiap kepingnya.

2. Binance Coin

Binance Coin memiliki valuasi pasar senilai 52,69 milyar USD. Platform perdagangan mata uang ini adalah Binance Exchange. Melalui platform tersebut, biaya transaksi dapat dilakukan di dalam platform. Mata uang ini hanya dapat melakukan transaksi dengan jenis uang kripto lainnya.

Uang kripto dengan ikon kepala anjing Shiba Inu adalah Dogecoin. Kepopuleran mata uang ini semakin meningkat berkat cuitan dan dukungan dari seorang CEO Tesla yang bernama Elon Musk. Jika Bitcoin memiliki jumlah koin yang tidak terbatas, uang kripto dengan ikon Shina Inu ini justru memiliki jumlah yang terbatas pada saat ditambang. Nilai tukar Dogecoin juga tidak sebesar Bitcoin. Untuk satu keping uang ini, nilai tukar yang diterima adalah Rp. 4.280. Meskipun begitu, Dogecoin memiliki kepopuleran yang tak kalah dengan mata uang Bitcoin.